Sempurnakah Logo Google?

Google, Mesin pencari paling populer di dunia saat ini selalu menjadi rujukan kita saat mencari sesuatu di dunia maya. Apiknya performa mesin pencari ini di balut dengan tampilan jatidiri (Branding) secara visual yang unik, dengan warna-warni pelangi sesuai sejarah perusahaan ini ketika dibentuk kala itu dengan menggunakan lego sebagai pelengkapnya.

Logo Google yang tidak bulat sempurna

Setelah sekian kali berganti Logo sejak 19 tahun yang lalu, muncul gambar yang membuat kita bertanya-tanya kenapa bisa logo perusahaan sebesar ini ada kekeliruan? tidak bulat sempurna. Yap, memang logo google saat ini tidak bulat sempurna apa bila kita beri guide bulat sempurna diatasnya. Mungkin ini bisa sedikit memberi penjelelasan.

Matematis VS Optical

Dalam hal pembuatan logo, teknik penggunaan garis bantu atau grid pada proses pembuatan logo sangat membantu untuk menentukan bentuk shape yang proporsional.
Garis bantu (grid) dalam proses pembuatan logo
Penggunaan grid juga didukung dengan teori golden ratio dalam perbandingan antar sisi atau keseimbangan logo itu sendiri, garis-garis bantu dengan sistem matematis ini dipastikan akan seimbang ketika hasil akhirnya membentuk sebuah logo. Namun, apa semudah itu? ternyata tidak, ada 1 teori lagi yang harus diperhatikan dalam proses logo itu sendiri, yaitu ilusi optik.

Perbandingan, Kiri: Logo tidak bulat sempurna Kanan: Logo dengan bulat sempurna
Grid asli logo Google


Jika dari proses pembuatan logo menggunakan metode garis bantu (grid) sebagai penentu bentuk logo, maka ilusi optik merupakan penentu hasil akhir bagaimana logo itu terlihat pada mata atau optik yang akan melihat bentuk visual logo itu sendiri yang biasa kita dengar dengan teori gestalt. G pada logo google yang tidak bulat sempurna ini "terlihat" sempurna dari segi visual karena mata melengkapi kekurangan itu sendiri, sehingga terlihat seimbang. Sebaliknya, ketika menggunakan bentuk bulat sempurna, justru mata melebihkan bentuk bulat itu sendiri sehingga terlihat tidak seimbang. Dari segi matematis sudah betul, namun optik tidak sesuai.

Dalam permasalahan logo google ini, mengangkat kembali pertentangan 2 teori ini (matematis dan optik) yang lebih sering di temui pada pembuatan font.
Keseimbangan visual vs matematis pada font
Dilihat dari gambar diatas, tidak semua grafis dapat sinkron dari segi matematis dan optik seperti logo google yang dari segi matematis tidak sempurna namun dari segi optik sudah betul. Toh kalau pun sudah menggunakan garis bantu dari segi matematis tidak sesuai, namun matematis juga merupakan hal penting dalam membentuk visual yang akan dilihat oleh optik mata.

Segi Fungsi

Tambahan yang mungkin sering kita lupakan sebagai perancang grafis, yaitu memasukkan elemen fungsi atau tujuan desain itu sendiri. Desain memberikan solusi visual bukan hanya bagus dilihat, kembali dari pertanyaan perbedaan ukuran sisi atas dan bawah pada address bar chrome (google brower).
Ekor pada font
Yap ukuran bagian bawah pada address bar lebih besar 3px untuk fungsi jika text alamat menggunakan abjad dengan ekor seperti huruf p, g, dan j.

yap, mungkin itu tentang kontroversi tentang logo Google ini. Masih ada tambahan? mari berdiskusi di bawah.

Hasyim ansyari

No comments:

Post a Comment

Instagram