Desain logo itu tidak instan, proses ini yang sering terlupakan


Logo simpel kayak gitu doang kok mahal? kadang kalimat ini yang sering kita dengar dari orang awam yang tidak paham mengenai proses desain, dan banyaknya aplikasi grafis yang mudah ditemukan di internet juga mendukung jatuhnya image sebuah proses desain logo itu sendiri. Dan berikut beberapa hal yang mungkin kita sebagai desainer sendiri kadang lupa proses desain logo itu bagaimana?

1. Sketsa / doodle
Doodle/sketsa awal gambaran desain logo pada saat mendengarkan brief dari client
yap, sketsa dasar ketika mendengarkan brief dari client bisa menjadi acuan awal kita ketika mendesain logo. Meskipun biasanya tak langsung disetujui karena masih menggunakan sisi pandang kita sebagai pendengar dari client dengan apa yang dia inginkan pada logo tersebut.

2. Mindmapping
mind mapping by:nevernorth.com
Setelah mendengar keinginan client, kemudian dilanjutkan dengan proses Mindmapping dimana kita memetakan kata dan juga icon yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Jangan kaget ketika proses mindmapping, biasanya muncul ide-ide yang tak terduga dari proses ini dan menambahkan alternatif desain logo yang kita tampilkan untuk dipilih client.

3. Moodboard
Moodboard untuk mendapatkan gambaran warna, bentuk, yang mendekati feel dari logo yang kita desain
Setelah pola icon atau tema logo yang kita inginkan sudah mantap, kemudian lanjutkan dengan moodboard untuk pemilihan alternatif warna yang sesuai, bentuk, pattern sebagai branding nantinya, dan menciptakan feel yang sesuai dengan tujuan logo ini dibuat. Dengan banyaknya mesin pencari gambar, dan semakin mutakhirnya queri pencarian membuat kita lebih mudah mengumpulkan gambar-gambar menjadi moodboard dengan singkat yang biasanya moodboard dibuat dengan mencetak satu persatu gambar dan kemudian ditempelkan pada papan atau tembok.
Moodboard dengan mencetak foto-foto dan ditempelkan

4. Cek kompetitor

Mengumpulkan logo kompetitor dari bidang yang sama juga menjadi hal yang signifikan dalam menentukan hasil akhir logo tersebut, seperti kemiripan dan keunikan logo dengan pesaing lainnya sehingga memiliki nilai branding yang kuat di mata client.

5. Cek dari sisi client
image by:thomsonreuters.com
Setelah proses desain sampai pada pemilihan desain oleh client, biasanya terdapat hal-hal yang krusial antara desainer dan client. Memang sebagai desainer grafis kita memiliki pengalaman dalam segi visual dan bagaimana logo itu di terapkan nantinya, namun kembali lagi kita sebagai desainer harus mengerti jika client lebih mengerti dalam bidang atau area logo ini akan "dikonsumsi" publik nantinya, dan pastinya yang lebih mengerti dari sisi ini adalah client itu sendiri.
6. Inspirasi acak
Hal yang menjadikan desain menjadi menarik adalah bagaimana inspirasi datang dalam beberapa hal yang tidak terduga, mendengarkan musik, bermain ditaman, mengecek tranding topik sosial media, menonton video yang lucu bisa jadi merupakan jalan keluar dan kreatif yang membuat logo dan desain yang kita hasilkan memiliki nilai lebih. 

Jadi, melakukan atau memperhatikan hal-hal yang lain saat mengerjakan desain mungkin saja membuat kita lebih bersemangat dan inspiratif asalkan tetap fokus pada tujuan kerja kita nantinya.

Hasyim ansyari

No comments:

Post a Comment

Instagram