Tambahkan 5 amunisi ini pada skill desainmu

Skill desain grafis yang berguna

Jago desain dan menguasai software desain grafis saat ini tidak menjamin kita dapat bersaing dengan desainer lainnya dalam dunia desain, terlebih lagi bisa dipastikan hampir semua desainer grafis wajib menguasai skill dasar tersebut. Berikut skill desain yang mungkin bisa menjadikanmu "stand out" dari desainer grafis lainnya.


1. Skill photografi
Desain poster, produk, branding, dan lainnya sudah kamu eksekusi dengan sempurna. Namun publikasi dan dokumentasi bagi client dan proposal untuk project selanjutnya kurang maksimal dengan eksekusi foto yang biasa saja dan monoton bisa mengurangi nilai dari hasil desain kamu. Dengan mempelajari photography tidak ada ruginya bagi kita desainer grafis, malahan dengan photography kita bisa mempelajari lebih dalam mengenai komposisi, warna, cahaya dan bagaimana kita memulai memikirkan penggunaan media yang berbeda dengan materi fotografi. Nilai tambah lainnya yang bisa kita dapat dari hasil foto kita juga bisa menjadi stok foto untuk project selanjutnya, kita dapat menekan biaya desain dengan menggunakan stok foto sendiri dibandingkan dengan membeli stok foto yang dibayar. Tidak butuh kamera profesional untuk memulai, dengan kamera ponsel dan smartphone saat ini yang rata-rata menggunakan kamera lebih dari standar VGA sudah mumpuni untuk dijadikan stok dan sebagai publikasi desain kita nantinya.

2. Skill animasi
Presentasi desain kita dalam bentuk animasi bisa menjadi nilai lebih bagi client, tak perlu dalam durasi panjang dengan format video namun dengan short animation berformat GIF dapat pula menjadi penarik minat mata client. Dengan animasi pun gambaran presentasi desain kita menjadi lebih real apabila desain masih dalam bentuk prototype. Jika belum familiar dengan animasi, kita bisa mempelajari beberapa software yang sudah sangat banyak di internet. Mulai dari level pemula sampai advance dapat kita temui, tinggal bagaimana kita memilih software yang sesuai dengan kebutuhan desain kita selanjutnya dan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi penghasilan utama kita selanjutnya. Banyaknya website dan platform aplikasi yang telah mendukung format short animation seperti GIF bisa menjadi kejutan kecil dalam proses negosiasi bagi calon client kedepannya, dan menjadi riskan jika project kita di ambil desainer lain hanya karena durasi animasi sekian detik kan?

3. Skill bisnis
Tak hanya skill dibidang kreatif, skill bisnis bisa menjadi pendukung kedepannya bagi kehidupan kita terlebih jika kita masih sebagai freelance. Skill bisnis tak hanya  tentang uang, namun juga bagaimana kita bernegosiasi dengan client tentang fee desain kita. Toh dengan skill bisnis, kita tak hanya memberi label harga pada jasa desain kita? namun juga menjadi kepuasan bagi kita dan client ketika membahas harga, apa lagi biaya yang bersifat sensitif antara kita dan client yang mampu membatalkan kerjasama kita.

4. Skill Coding
Saya desainer grafis, jadi tak usah pikirkan desain web. ya kan? salah besar! mungkin kita berfikir hanya dengan mengandalkan skill desain grafis sudah menjamin keberlangsungan hidup kita dari desain, tapi pada masa ini merupakan hal yang sangat krusial jika tidak mengambil langkah ini. Tidak berarti kita harus full menghafal coding, tapi bagaimana kita bisa mengerti logika dari bahasa pemrograman dalam membangun website dan apps. Dan tentu saja masa depan telah bergerak pada penggunaan media digital, memahami coding mampu menjadi nilai tambah dalam memperluas lahan pekerjaan kita, dan project baru sebagai freelance.
Untuk memulai, kita bisa memulainya di codecademy memulai dari dasar dan semuanya gratis. Dan sama seperti codecademy, CodePen juga menawarkan pengenalan coding dengan sumber inspirasi yang lebih menarik yang bisa diciptakan dari coding.

5. Skill prototyping dan UX (User Experience)
Sulit memahami coding? jangan menyerah, masih ada hal yang berkitan dengan coding yang juga menarik dipelajari, Prototyping dan UX atau pengalaman pengguna merupakan tahap dimana menjadikan desain kita yang sebelumnya hanya statis menjadi "bernyawa" dan menjadikan kita lebih mengerti bagaimana hasil desain kita bekerja pada sisi target user kita. Ada banyak aplikasi prototyping yang dapat kita pelajari, seperti Invision, Marvel, Flinto, Pixate, dan Atomic. Dengan mempelajari prototyping dan UX kita dapat mengantisipasi apakah desain kita mudah digunakan oleh user dan hal apa saja yang sulit di mengerti user pada sisi penggunaan sebelum desain kita diluncurkan pada lingkungan sesungguhnya. Bidang yang berkaitan dengan prototyping sangat dekat dengan UX, inti dari UX yaitu sistem desain dimana pengguna dapat mengerti dengan mudah dan memuaskan pada saat berinteraksi dengan desain itu sendiri.

Kelima skill di atas mungkin ada yang tidak berkaitan langsung dengan desain grafis, namun seperti halnya ide yang memerlukan pemikirian yang "Out of the box" agar dapat dikatakan kreativ, tidak ada salahnya prinsip ini diterapkan pada penguasaan skill yang juga "Out from the box".

Hasyim ansyari

No comments:

Post a Comment

Instagram