Desainer grafis, hal yang selalu kita dengar saat ini bersamaan dengan postingan gambar-gambar keren dan kece hasil olahan aplikasi grafis. Lantas bagaimana sebenarnya desainer grafis itu?
menurut aiga.org, Desainer bertanggung jawab akan desain yang interaktif dimana konten yang mengalir dan kadang berubah dari menit ke menit, dan antarmuka yang mengarahkan pengguna dalam memahami pengalaman digital yang kompleks.*
profesi Desainer grafis lebih menitik beratkan ke arah Solusi Visual, solusi visual dari permasalahan mengenai pecitraan sebuah objek yang ingin diangkat dari segi visualnya. Dari penjelasan di atas dapat dipahami jika desainer grafis menciptakan karya ketika terdapat sebuah permasalahan visual yang hendak dicarikan solusi, baik itu dari client maupun personal project yang berdasar pada permasalahan visual di sekitar lingkungan desainer itu sendiri.
Merujuk pada DGI Indonesia, posisi desainer grafis adalah sebagai jembatan antara pihak pengirim pesan (klien, atau bisa juga dirinya sendiri) dan pihak penerima pesan (target audience). Dimana target audience / target group: sekelompok orang tertentu yang menjadi sasaran komunikasi.
Dilihat dari pengertian kata desain itu sendiri, desain memiliki makna tidak hanya dari tampilan visual yang menarik mata client atau target market namun juga bagaimana desain itu bekerja dalam menyelesaikan problem visual sebuah objek.
Digital artist, pernahkah kita menciptakan karya tidak berdasar dari client dan brief sebuah objek solusi melainkan langsung berdasarkan feeling dan inspirasi yang datang tiba-tiba dikepala? mungkin seperti itu contoh sederhana seorang digital artist menciptakan karya. Dari kata artist itu sendiri yang terdapat kata seniman yang lebih menitik beratkan kepada ego ketika berkarya, bagaimana seniman yang berkarya dari sudut pandang mereka dan lebih personal dalam makna dengan menggunakan aplikasi atau "alat digital" sehingga karya itu tercipta.
Tidak dipungkiri seorang desainer grafis dapat pula mengikuti cara kerja Digital artist dalam proses penemuan ide yang kreatif dalam proses desainnya namun jika hampir semua diselesaikan hanya dari ide sendiri, maka alangkah baiknya kita berfikir ulang untuk menyebut diri kita sebagai Desainer Grafis. Desainer grafis menciptakan desain berdasar pada keinginan dan permasalahan client yang dihadapi untuk produk mereka. Client tidak memikirkan se-artistik bagaimana desain itu terlihat, namun bagaimana desain itu bekerja sesuai brief dan mengena dalam penyelesaian masalah.
Dari paragraf di atas dapat kita lihat batas pembeda dari Digital artist dan Desainer grafis, mulai dari awal mula yang mendasari desain itu tercipta dan bagaimana hasil akhir dari desain itu bekerja untuk menyelesaikan masalah. Tidak bermaksud menggurui, namun ingin meluruskan beberapa kekeliruan dalam penyebutan antara desainer grafis dan Digital artist. Semoga dengan penjelasan ini, dapat kita mengerti batas pembeda antara keduanya sehingga jelas tujuan kita berkarya sebenarnya untuk apa? untuk kepuasan diri kita sendiri, atau menyelesaikan masalah orang lain dan sekitar kita?
*Designers are also responsible for interactive designs where the content is fluid, sometimes changing minute to minute, as well as interfaces that help users navigate through complex digital experiences.

No comments:
Post a Comment