Makassar: Kota dunia yang belum pandai bersolek

Jalan AP Pettarani Makassar sebelum Fly Over
Jalan AP Pettarani Makassar
Jangan menilai seseorang dari penampilannya, peribahasa yang sudah sering kita dengar yang menjadi pengingat dalam mengenal dan menilai seseorang. Namun bagaimana jika itu ditujukan bagi sebuah kota? ya, Kota Makassar yang saat ini mengecap dirinya sebagai Kota Dunia yang dari segi tampilan branding kota bagi sebuah kota dunia yang belum maksimal.

Dikutip dari laman kompasiana City branding adalah upaya membangun identitas sebuah kota. Identitas adalah sebuah kontruksi, sebuah konsekuensi dari sebuah proses interaksi antar manusia, institusi dan praktis dalam kehidupan sosial. Berbicara mengenai city branding maka tidak akan terlepas dari pembicaraan mengenai merek, karena city branding identik sebagai bagian dari konsep merek itu sendiri. Kegiatan city branding ini menuntut setiap daerah berlomba menciptakan citra tertentu dibenak masyarakat luas dalam merepresentasikan karakter kota. Citra kota memiliki kekuatan dalam membentuk merek sebuah kota, bahkan mempengaruhi kota itu sendiri. Merek yang melekat pada kota sangat bergantung pada identitas kota.


Branding Kota Melbourne, Credit:behance.net
Contoh penerapan city branding yang patut ditiru adalah kota Melbourne di Australia, dapat kita lihat proses transformasinya berikut segala elemen tata ruang kota dibalut dengan warna dan bentuk yang menarik bagi mata pengunjung. Membuat kita seolah menikmati pemandangan indah yang dibuat oleh manusia.

Namun apa daya, setiap kota besar di Indonesia memiliki masalh yang kompleks termasuk salah satunya dibidang visual. Alih-alih membangun City Branding, justru kota ini sudah diserbu duluan dengan sampah Visual dari promosi dan reklame yang berjejer disepanjang jalan utama kota Makassar.
Baliho papan nama spanduk kota Makassar
papan iklan yang saling tikung mencari celah untuk di lihat
Kontras dengan Jalan-jalan kota yang ramai dan macet di siang hari, papan iklan, reklame, dan promosi yang berjejer di tepi jalan melengkapi padatnya kota Makassar. Lantas, bagaimana pemerintah Kota Makassar memoles kota ini mejadi lebih nyaman dan memorable dari segi positif bagi Masyarakat dan pengunjung melalui visualnya?


neon box baliho dan spanduk di Makassar
Sampah Visual di Jalan Kota
Langkah tegas mungkin salah satu cara untuk memperbaiki tampilan kota yang semakin sesak dengan sampah visual iklan luar ruang ini, namun langkah tegas bagaimana?
Yang menarik, jika ditelusur di beberapa jalan di Kota Makassar terdapat Iklan luar ruang yang di tempeli stiker yang bersimbol tanda silang dengan warna yang kontras Merah dan Biru, yang menyatakan jika papan iklan tersebut telah melanggar. Namun melanggar dari segi apa? dan kenapa hanya pada iklan itu saja? sedangkan iklan luar ruang lainnya yang lebih menusuk mata masih kokoh berdiri di tepian jalan Kota Makassar.
Stiker Melanggar Sampah Visual Kota Makassar

Stiker iklan melanggar Kota Makassar
Mungkin saja pemerintah Kota Makassar sudah mulai bergerak membenahi tata tampilan kota ini dengan lebih serius, atau hanya kegiatan yang sifatnya hanya berupa himbauan? semoga saja kota Makassar kita yang tercinta ini bisa lebih tegas dalam menata kota dan menjadikannya nyaman bagi warga kota nya sendiri, dan memorable bagi wisatawan yang data berkunjung.

Hasyim ansyari

No comments:

Post a Comment

Instagram